Pemetaan berbasis kebutuhan
Jumlah kampong tidak berarti seluruh gerai harus menjalankan jenis usaha yang sama. Koperasi perlu menginventarisasi konsumsi rumah tangga anggota, input pertanian/perkebunan, hasil produksi, ongkos angkut, pemasok terdekat, dan mitra potensial.
Simpang Kiri
Untuk Simpang Kiri, pemetaan ideal dimulai dari lokasi kampong, jalur transportasi, potensi pertanian/perkebunan, kebutuhan sembako, akses gudang, dan skala anggota. Data operasional terbaru sebaiknya diverifikasi melalui pengurus, Simkopdes, RAT, dan dinas terkait.
Penanggalan
Untuk Penanggalan, pemetaan ideal dimulai dari lokasi kampong, jalur transportasi, potensi pertanian/perkebunan, kebutuhan sembako, akses gudang, dan skala anggota. Data operasional terbaru sebaiknya diverifikasi melalui pengurus, Simkopdes, RAT, dan dinas terkait.
Rundeng
Untuk Rundeng, pemetaan ideal dimulai dari lokasi kampong, jalur transportasi, potensi pertanian/perkebunan, kebutuhan sembako, akses gudang, dan skala anggota. Data operasional terbaru sebaiknya diverifikasi melalui pengurus, Simkopdes, RAT, dan dinas terkait.
Sultan Daulat
Untuk Sultan Daulat, pemetaan ideal dimulai dari lokasi kampong, jalur transportasi, potensi pertanian/perkebunan, kebutuhan sembako, akses gudang, dan skala anggota. Data operasional terbaru sebaiknya diverifikasi melalui pengurus, Simkopdes, RAT, dan dinas terkait.
Longkib
Untuk Longkib, pemetaan ideal dimulai dari lokasi kampong, jalur transportasi, potensi pertanian/perkebunan, kebutuhan sembako, akses gudang, dan skala anggota. Data operasional terbaru sebaiknya diverifikasi melalui pengurus, Simkopdes, RAT, dan dinas terkait.
